Kamis, 17 September 2015

Ramah akan Masyarakat, Ramah akan Lingkungan: Masyarakat Puas, Lingkungan Sehat


Andi Syahrul Darmawan
Peneliti Muda Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran
Universitas Negeri Makassar

Email/Phone : andisyahruldarmawan@gmail.com / 085395510775

            Industri semen saat ini boleh dikatakan berkembang pesat di Indonesia.  Permintaan terhadap semen cenderung dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi, perencanaan pemerintah pusat dan daerah yang terkait dengan sarana prasarana/infrastruktur, kebijakan pengembangan perumahan serta daya beli masyarakat. Perkembangan industri semen di Indonesia juga ditandai dengan masuknya investasi asing seperti Siam Cement  Pcl Thailand dan mendirikan pabrik di Indonesia dan beberapa industri semen asing lainnya.
            Melihat pertumbuhan permintaan semen terus mengalami peningkatan, maka tentunya  perlu diupayakan peningkatan kapasitas nasional melalui optimalisasi maupun pembangunan pabrik baru supaya suplai semen ke pasar tetap terjaga, sehingga kemungkinan terjadinya gejolak harga dapat dihindari. Berbicara mengenai optimalisasi pembangunan pabrik baru di Indonesia, kita dapat melihat bahwa terdapat beberapa kawasan industri semen yang tersebar di beberapa tempat di Indonesia baik itu industri semen lokal maupun indsutri semen yang didirikan oleh investasi asing.
            Melalui adanya pembangunan kawasan industri semen yang tersebar di beberapa  daerah di Indonesia tentunya akan memberikan keuntungan bagi pemerintah dan masyarakat sekitar, diantaranya terbukanya lapangan kerja atau terbentuknya peluang usaha baru bagi masyarakat, meningkatkan pendapatan daerah, menekan angka kemiskinan khususnya di daerah tersebut dan masih terdapat beberapa manfaat lainnya yang dapat dirasakan oleh masyarakat maupun pemerintah di daerah tersebut.
            Pembangunan kawasan industri semen di suatu daerah ternyata bukan hanya memberikan dampak positif bagi masyarakat, namun disisi lain juga memberikan dampak negatif. Salah satu hal yang sering dikeluhkan oleh masyarakat terkait pembangunan kawasan industri semen di daerahnya yakni mengenai permasalahan  pencemaran udara oleh debu. Industri semen berpotensi untuk menimbulkan pencemaran di udara berupa debu yang dihasilkan oleh kegiatan industri semen seperti pengadaan bahan baku dan selama proses pembakaran. Debu tersebut tentunya akan berdampak negatif  bagi kesehatan masyarakat sebab akan menganggu saluran pernafasan dan beberapa dampak negatif lainnya yang sering dikeluhkan oleh masyarakat.
            Berbagai cara telah dilakukan oleh pihak industri semen untuk mengatasi permasalahan debu tersebut . Hal ini merupakan salah satu pertanggungjawaban mereka kepada masyarakat di daerah kawasan indsutri semen tersebut. Salah satu industri semen di Indonesia yang boleh dikatakan serius untuk memperhatikan dan berusaha untuk menangani masalah tersebut adalah PT Semen Tonasa. Komitmen-komitmen dari PT Semen Tonasa yakni untuk mensejahterahkan masyarakat khususnya masyarakat disekitar perusahaan bisa dilihat dari apa yang telah dilakukan oleh PT Semen Tonasa  selama beberapa tahun ini kepada masyarakat. Mulai dari pemberantasan kemiskinan, membangun kemitraan global untuk pembangunan, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tentunya tentang kepedulian PT Semen Tonasa akan lingkungan hidup.
            Salah satu bentuk komitmen kepedulian akan lingkungan hidup yang telah dan akan terus dilakukan oleh PT Semen Tonasa terlihat dari berbagai program yang telah dilaksanakan khususnya dalam menanggulangi pencemaran udara dari debu disekitar industri pabrik. Seperti yang kita ketahui bahwa semen merupakan komoditi strategis yang memanfaatkan potensi sumber daya alam bahan galian non logam berupa batu kapur, tanah liat, pasir besi dan gipsum  melalui proses pembakaran temperatur tinggi. Hasil dari pembakaran tersebut nantinya akan menghasilkan debu yang dapat mencemari udara disekitar pabrik. Untuk mengatasi hal tersebut, maka PT Semen Tonasa melakukan  salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) yaitu “Green Industry” atau industri hijau.
            Kegiatan Green Industry ini dilatarbelakangi atas kepekaan dari pihak PT Semen Tonasa terhadap masalah-masalah yang akan ditimbulkan dari industri semen tersebut.  Masalah dalam hal ini yakni masalah pencemaran udara  dari debu yang dihasilkan dari industri semen. Kegiatan Green Industry ini juga sesuai dengan salah satu pilar dari PT Semen Tonasa sendiri yakni Tonasa Hijau. Melalui pilar tersebut kita dapat melihat bahwa PT Semen Tonasa bukan hanya berorientasi akan penjualan produk namun juga tetap mengedepankan kondisi lingkungan dan kondisi masyarakat di sekitar industri PT Semen Tonasa.
            Green Industry yang merupakan program dari CSR ini dikembangkan dalam upaya mencegah pencemaran lingkungan dan melakukan perlindungan lingkungan bagi keseimbangan lingkungan saat ini dan yang akan datang. Program ini akan sangat bermanfaat bagi kontribusi berbagai sektor industri semen terhadap keseimbangan lingkungan hidup. Salah satu bentuk kegiatan dalam program Green Industry ini yakni berupa penanaman pohon  di sekitar area kawasan industri. Kegiatan penanaman pohon di area bekas lahan tambang ini rutin dilakukan oleh pihak PT Semen Tonasa. Program ini diharapkan sebagai salah satu cara untuk mengurangi polusi debu disekitar area pabrik dikarenakan dedaunan dari pepohonan yang ada di areal tambang memiliki kemampuan untuk menangkap debu
            Program Green Industri ini telah dilakukan beberapa kali di kawasan industri, hal ini tentu berdampak bagi masyarakat sekitar, diantaranya yaitu mengurangi keresahan warga sekitar karena pencemaran udara oleh debu. Selain itu dampak lain yang ditimbulkan yaitu menjadikan kawasan industri yang ramah lingkungan. Sehingga kedepannya, PT Semen Tonasa dapat menjadi industri semen yang bukan hanya ramah pada masyarakat tapi juga ramah akan lingkungan. Sebab keberlangsungan keseimbangan  lingkungan dan keseimbangan sosial  merupakan modal penting dalam memajukan suatu industri semen, dan begitulah yang dilakukan dan dipertahankan oleh PT Semen Tonasa.
            Dari hasil observasi dan penelurusan pustaka yang telah dilakukan oleh penulis. Diperoleh data bahwa jika dibandingkan dengan PT Semen Tonasa, terdapat beberapa industri semen lainnnya yang beroperasi di Indonesia, boleh dikatakan tidak terlalu memberikan perhatian lebih dalam mengatasi permasalahan pencemaran udara akibat debu seperti yang dilakukan oleh PT Semen Tonasa.  PT Semen Tonasa dalam mengatasi pencemaran udara oleh debu boleh dikatakan lebih baik dalam melakukan pencegahan jika dibandingkan dengan semen industri yang lainnya.  Hal ini dikarenakan beberapa PT semen industri lainnya masih kurang dalam memberikan solusi untuk mengatasi dampak lingkungan.
            Industri semen “A” misalnya yang kawasan industrinya terletak di Sumatera Selatan. Masyarakat mulai mengeluhkan pencemaran udara akibat debu yang dihasilkan dari pabrik semen ini. Direktur Produksi dan Pengembangan PT Semen “A” dalam kesempatan acara silahturahmi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten OKU mengungkapkan  bahwa  belum ada solusi untuk mengatasi permasalahan ini  dengan alasan pabrik yang memproduksi semen ini sudah terlalu tua (www.baturajaradio.com, 2015).
            Selain Industri semen “A”,  masih terdapat beberapa industri semen yang lainnya yang juga boleh dikatakan tidak terlalu memperhatikan pencemaran udara akibat debu yang dihasilkan oleh suatu industri semen. Misalnya industri semen “B” yang juga menuai keluhan dari masyarakat sekitar kawasan industri semen tersebut. Debu yang dihasilkan dari industri semen ini dianggap mengotori lingkungan pemukiman warga, melekat di atap-atap rumah, dan melakukan pencemaran terhadap udara  yang tentunya dapat  mengakibatkan gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar pabrik (www.mongabay.co.id, 2014).
            Selain industri semen A dan B, terdapat juga industri semen “C” yang boleh dikatakan juga menuai berbagai keluhan dari masyarakat. Limbah debu semen dari pabrik  ini dianggap sangat meresahkan warga, pasalnya akibat limbah debu itu puluhan hektar sawah warga kini rusak yang berimbas pada turunnya pendapatan warga sekitar perusahaan semen itu. Hal ini tentunya sangat merugikan masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan semen tersebut (www.kompasiana.com, 2011).
            Berdasarkan beberapa permasalahan yang telah dipaparkan di atas, khususnya mengenai kondisi beberapa industri semen yang ada di Indonesia, yang tidak memberikan perhatian lebih dalam menangani permasalahan pencemaran udara akibat debu yang dihasilkan oleh pabrik tentunya akan berdampak buruk bagi lingkungan ke depannya. Salah satu solusi yang dapat diterapkan dalam menangani permasalahan tersebut adalah mengimplementasikan gagasan ataupun solusi yang telah diilakukan oleh PT Semen Tonasa. Solusi tersebut yakni pelaksanaan konsep Green Industri.
            Salah satu visi yang dimiliki oleh setiap industri semen yakni menjadi produsen semen nasional berdaya saing tinggi agar mampu menguasai pasar dalam negeri, atau paling tidak di wilayah sekitar pabrik semen tersebut berada. Namun perlu ditekankan dalam hal ini bahwa industri semen seharusnya bukan hanya berorientasi  bagaimana menjaga keramahan akan konsumen namun juga harus menjaga keramahan akan lingkungan. Salah satu bentuk kepedulian suatu industri semen terhadap lingkungan dapat terlihat dari bagaimana cara industri semen tersebut menangani ataupun mengatasi permasalahan debu yang dihasilkan oleh industri semen tersebut.
            Program Green Industri sangat layak untuk diimpelementasikan oleh pihak industri semen yang beroperasi di Indonesia. Melihat manfaat dari program yang telah dilakukan oleh PT. Semen Tonasa, maka diharapkan program ini dapat menjadi acuan untuk perusahan industri terkhusus untuk industri semen yang lain agar kiranya dapat berperan aktif untuk terus meningkatkan kelestarian lingkungan masyarakat sekitar dengan program “Green Industri” atau industri hijau.

Minggu, 07 Juni 2015

REVIEW WEBSITE RESMI LPM PENALARAN UNM



Gambar ini merupkan tampilan awal dari Website resmi Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran Universitas Negeri Makassar (LPM Penalaran UNM). Dapat di akses melalui link  http://penalaran-unm.org/

Dari tampilan awal dari website resmi Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran Universitas Negeri Makassar (LPM Penalaran UNM) terdapat menu-menu yang yang merupakan jalan pintas untuk diakses diantaranya adalah menu Home, Profil, Aktivitas, Perpustakaan, Karya Tulis, dan Artikel.

1.    Home
Home merupakan menu utama atau awal dari website resmi LPM Penalaran UNM disini. Fungsi home yaitu untuk mempermudah pengunjung untuk kembali ke menu awal atau tampilan awal.

2.    Profil
Profil merupakan gambaran umum LPM Penalaran UNM yang berisi tentang:
+ Sejarah disini
+ Visi, Misi & Tujuan disini
+ Prestasi  disini
+ Pengurus disini
+ Testimoni  disini
+ Program Kerja klik disini

3.  AktivitasAktivitas merupakan kegiatan atau keaktifan kerja atau salah satu kegiatan kerja yg dilaksanakan oleh LPM Penalaran UNM yang terdiri dari :
+ Kajian  disini
+ Event nalar  disini

4.    Perpustakaan
Perpustakaan adalah tempat atau lokasi yang menghimpun koleksi buku untuk kepentingan masyarakat atau juga sering dikenal sebagai lembaga pendidikan bagi masyarakat dengan menyediakan berbagai macam informasi. Perpustakan nalar ini terdiri dari 3 bagian yaitu :
+ Jurnal Nalar disini
+ Jurnal Nalar Pendidikan disini
+ Katalog buku nalar :
   a.  Buku Penelitian disini
   b.  Buku Umum disini

5.    Karya Tulis
Karya Tulis merupakan tulisan atau laporan tertulis yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian suatu masalah oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan. Karya tulis LPM Penalaran UNM yang berisi tentang :
+ Pendidikan disini
+ Psikologi disini
+ Sains disini
+ Sastra disini
+ Sosial Politik disini
+ Teknologi disini

6.    Artikel
Artikel adalah sebuah tulisan bebas dan terkadang memiliki aturan dalam merangkai kalimat yang berupa karangan secara faktual dibuat untuk media informasi, serta dianggap sebagai sebuah karya tulis dari sebuah kelompok maupun individu. Artikel pada website LPM Penalaran UNM terdiri atas 3 bagian yaitu :
+ Penelitian disini
+ Wacana disini
+ Opini disini


Minggu, 31 Mei 2015

HAKIKAT HIDUP



Hati adalah salah satu anugerah Allah swt yang tidak ternilai harganya bagi manusia. Dengan hati, manusia dapat merasakan suka, duka, bahagia, derita, kecewa, bangga, dan lain-lain. Dengan hati, manusia dapat meraba persaan orang lain. Dengan hati juga manusia dapat membuat kehidupan ini penuh dengan kedamaian dan kasih sayang. Hati adalah keajaiban Sang Pencipta yang senantiasa menuntun manusia pada cahaya, cahaya kebenaran.

Pada dasarnya, manusia adalah sesosok makhluk yang paling sering dilanda kecemasan. Ketika seseorang dihadapkan pada suatu masalah, sedangkan dirinya belum atau tidak siap dalam menghadapinya, tentu jiwa dan pikirannya akan menjadi guncang dan perkara tersebut sudahlah menjadi fitrah bagi setiap manusia.

Jangankan kita sebagai manusia biasa, bahkan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam pun pernah mengalami keadaan tersebut pada tahun ke-10 masa kenabiannya. Pada masa yang masyhur dengan ‘amul huzni (tahun duka cita) itu, beliau ditinggal wafat oleh pamannya, Abu Thalib, kemudian dua bulan disusul dengan wafatnya istri yang sangat beliau sayangi, Khadijah bintu Khuwailid.

Ya di maklumi saja jika kita sebagai manusia merasakan kegelisahan, gundah gulana, kecemasan ataupun kekhawatiran. Hati ini, pada dasarnya telah diciptakan bersih oleh Allah swt bersih dari berbagai macam penyakit. Namun, seiring dengan nafas kehidupan yang terus berhembus dan kian menua dalam rimba kehidupan, perlahan hati pun mulai terkontaminasi, terkotori, dan akhirnya menjadi tempat bersemayamnya berbagai macam penyakit, yang salah satunya adalah penyakit gelisah itu tadi.

Gelisah, memang satu penyakit hati yang sangat berbahaya namun hampir tidak pernah dipertimbangkan oleh kebanyakan manusia. Karena, biasanya mereka sudah memiliki cara masing-masing untuk menghilangkan gelisah tersebut. Ada yang menghilangkannya dengan cara-cara yang sesuai atau tidak melanggar syariat, namun banyak pula yang menghilangkan penyakit tersebut dengan cara-cara yang menyimpang dari syariat. Akibatnya, gelisah mereka hilang, dosa pun menerkam.

Allah swt telah menciptakan dan menganugerahkan hati bagi manusia sebagai salah satu perangkat kehidupan yang sangat vital, yang akan membantu melihat dan mendengar seruan Allah swt, yang akan membantunya dapat merasakan apa yang tengah dirasakan oleh orang lain. Namun, kita juga mengetahui bahwa segala sesuatu itu ada, tiada, terjadi, dan tidak terjadi hanya karena Allah swt. Dari sana, kita juga tahu bahwa Allah swt-lah yang telah menciptakan penyakit, dan Allah swt-lah yang memiliki penawarnya. Dan satu-satunya penawar yang paling efektif dan tidak bertentangan dengan syariat Islam untuk menangkal atau mengobati penyakit gelisah adalah dengan cara selalu mengingat Allah swt, sebagaimana telah dikatakan dengan jelas oleh Allah swt di dalam Al Quran, yang artinya:

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du : 28)
Dalam keseharian semua orang membutuhkan katenangan hati, dan untuk mendapatkan ketenangan hati bukanlah hal yang mustahil. Allah SWT mengajarkan kepada kita langkah nyata mendapatkan ketenangan hati, yaitu dengan berdzikir, ingatlah, dengan dzikir mengingat Allah hati akan tentram. Sebaliknya, ketika kita jarang ingat kepada Allah, hati akan kering dan gersang.

Di artikel ini, sedikit akan di dipaparkan bagaimana Cara Islami untuk Menenangkan Hati kita yang sedang dalam keadaan gelisah sesuai Syari’at Islam tentunya. Di antaranya adalah :

1. Sabar

Hal pertama yang dilakukan oleh Nabi Muhammad ketika menghadapi cobaan yang tiada henti adalah dengan meneguhkan jiwa dalam bingkai kesabaran. Karena dengan kesabaran itulah seseorang akan lebih bisa menghadapi setiap masalah berat yang mendatanginya.

Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” (Qs. Al-Baqarah 153).
Selain menenangkan jiwa, sabar juga dapat menstabilkan kacaunya akal pikiran akibat beratnya beban yang dihadapi. Ujian yang Tuhan berikan kepada kita itu sebenarnya untuk menguji keimanan kita. Jika kita sabar melewai cobaan dan ujian akan meningkatlah level iman kita. Bukankan Allah itu menguji hamba-Nya sesuai dengan kemampuan hamba-Nya. Jika ujian itu datang padanya, berarti Allah yakin kita bisa melewatinya. Allah saja yakin, masa kita Ngga sih…

2. Adukanlah semua itu kepada Allah

Ketika seseorang menghadapi persoalan yang sangat berat, maka sudah pasti akan mencari sesuatu yang dapat dijadikan tempat mengadu dan mencurahkan isi hati yang telah menjadi beban baginya selama ini. Allah sudah mengingatkan hamba-Nya di dalam ayat yang dibaca setiap muslim minimal 17 kali dalam sehari:

“Hanya kepada-Mulah kami menyembah, dan hanya kepada-Mulah kami meminta pertolongan” (QS. Al Fatihah 5).

Ketika keluhan itu diadukan kepada Sang Maha Pencipta, maka akan meringankan beban berat yang kita derita. Kalo kita curhat sama teman, mukin malah akan membuka aib kita sendiri malah kan????…..
Ok…..
Mukin di antara kalian ada yang lebih milih curhat ma temen. Syukur temen kita bisa bisa dipercaya dan gak menyebar luaskan masalah kita, lha kalo temen kita ember alias gak bisa jaga rahasia, yang ada malah menambah masalah karna aib kita di umbar-umbar. Udah deh…… curhaynta sama Sang Pencipta aja.
Ya……
Mengingat bahwa manusia adalah makhluk yang banyak sekali dalam mengeluh, tentu ketika keluhan itu diadukan kepada Sang Maha Pencipta, maka semua itu akan meringankan beban berat yang selama ini kita derita.

Rasulullah shalallahi alaihi wasallam ketika menghadapi berbagai persoalan pun, maka hal yang akan beliau lakukan adalah mengadu ujian tersebut kepada Allah Ta’ala. Karena hanya Allah lah tempat bergantung bagi setiap makhluk.

3. Positive thinking

Positive thinking atau berpikir positif, perkara tersebut sangatlah membantu kita untuk mengatasi rasa galau yang sedang kita rasa. Karena dengan berpikir positif, maka segala bentuk-bentuk kesukaran dan beban yang ada dalam diri kita menjadi terobati karena adanya sikap bahwa segala yang maslah yang dihadapi, pastilah mempunyai jalan yang lebih baik dan jalan keluar yang sudah ditetapkan oleh Allah Ta’ala. Akan selalu ada jalan jika kita percaya kalo Allah swt akan menoong kita. Intinya, kita haarus selalu berfikir positif sama Allah, jangan pernah suudzhon sama Sang pencipta. Ini sejalan dengan firman Allah swta dalam ayat berikut;
“Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Qs Al-Insyirah 5-6).
Ini janji Allah di dalam Al-Qur’an. Akan selallu ada kemudahan di setiap kesulitan. Masih ragu juga sama janji Allah.??????…

4. Dzikrullah (Mengingat Allah)

Naaaaahhh…
Ini yang paling penting. Orang yang senantiasa mengingat Allah Ta’ala dalam segala hal yang dikerjakan. Tentunya akan menjadikan nilai positif bagi dirinya, terutama dalam jiwanya. Karena dengan mengingat Allah segala persoalan yang dihadapi, maka jiwa akan menghadapinya lebih tenang. Sehingga rasa galau yang ada dalam diri bisa perlahan-perlahan dihilangkan. Dan sudah merupakan janji Allah Ta’ala, bagi siapa saja yang mengingatnya, maka didalam hatinya pastilah terisi dengan ketenteraman-ketenteraman yang tidak bisa didapatkan melainkan hanya dengan mengingat-Nya.

Satu hal yang harus diingat adalah, untuk dapat selalu mengingat Allah swt dan berhasil menghapus atau menangkal rasa gelisah, dzikir tidak hanya dilakukan sebatas ucapan lisan dan atau hati saja. Dzikir kepada Allah swt merupakan rangkaian aktivitas yang melibatkan segenap hati, lisan, dan juga perbuatan. Tanpa bersatunya ketiga aspek tersebut, maka sulit pula atau bahkan tidak mungkin bagi hati kita untuk bersatu dengan Allah swt.

5. Sholat

Sholat yang merupakan ibadah paling utama bagi umat muslim juga merupakan salah satu sarana penangkal dan penawar berbagai macam penyakit hati yang bersarang di dalam dada manusia. Jelas saja, sholat merupakan ibadah yang totalitas hanya mengingat kepada Allah swt, yang secara total juga hanya diisi dengan kalimat-kalimat dzikrullah, ayat-ayat Allah swt.
Allah berfirman :

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang , gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” (QS.Az Zumar : 23)

Sholat merupakan aktivitas komunikasi langsung dengan Allah swt, Zat yang menggenggam dan menguasai segala hati, yang menciptakan penyakit dan yang menyembuhkannya tanpa rasa sakit. Jika seseorang telah terhubung dan berkomunikasi dengan Allah swt secara langsung dalam sholat yang khusyuk, maka mustahil baginya terserang penyakit gelisah. Karena gelisah menyerang hati, dan Allah swt-lah yang menggenggam dan menguasai segala hati.

Bersabar, mengadu kepada Allah, berpikir positif, Dzikrullah, dan sholat adalah solusi segala persoalan, termasuk masalah penyakit hati termasuk rasa gelisa, resah, gundah, gulana, galau ato papun itu.

Sebagaimana firman-Nya:
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram” (Qs Ar-Ra’du 28).
Berbeda dengan orang-orang yang lalai kepada Allah, yang di mana jiwa-jiwa mereka hanya terisi dengan rasa kegelisahan, galau, serta kecemasan semata. Tanpa ada sama sekali yang bisa menenangkan jiwa-Nya.

Tentunya, sesudah mengetahui tentang faktor-faktor yang dapat mengatasi persoalan galau, maka jadilah orang yang selalu dekat kepada Allah Ta’ala. Bersabar, berpikir positif, mengingat Allah, serta mengadukan semua persoalan kepada-Nya merupakan kunci dari segala persoalan yang sedang dihadapi. Maka dari itu, Janganlah galau, karena sesungguhnya Allah bersama kita.

TIPS MENGATASI TEKANAN PERASAAN

Terakhir, sedikit admin beri tambahan mengenai Tips Mengatasi Tekanan Perasaan akibat rasa cemas, resah, gelisah, galau, gundah, gulana dan sejenisnya, diantaranya adalah:

1. Bawa-bawalah bertenang

Bila kita menyarankan seseorang supaya bertenang apabila dia marah, gelisah, sedih dan sebagainya, pernahkah kita terfikir untuk mengajak atau mengajar cara-cara untuk memenangkan diri?
Apa yang selalu saya praktikkan bila saya ingin menenangkan diri sendiri, saya akan tarik nafas dalam-dalam, dan lepaskan perlahan-lahan. Bagi yang beragama Islam, dianjurkan untuk beristighfar saat melepaskan nafas, bacalah “astagfirullah hal ‘aziim al-lazi laa ila ha illa huwal hayyul qayyum wa atuubu ilaik” dan pusatkan fikiran bahwa kita sedang memohon ampun daripada Allah. Insya Allah, biasanya jika diulang sebanyak 7 kali, anda akan kembali tenang.

2. Biasakan diri berada dalam keadaan suci dari najis (Menjaga Wudhu)

Jiwa kita akan menjadi tenang jika membiasakan diri mengambil wudu sebelum melakukan pekerjaan. Kerja yang susah akan menjadi senang dan mudah diselesaikan. Para pelajar misalnya, disarankan agar membiasakan diri mengambil wuduk sebelum memulai pelajaran agar apa yang dibaca akan mudah diingati. Dan akan mudah diingat nantinya.

3. Membaca al-Quran, zikir dan selawat

Jadikanlah al-Quran sebagai teman paling akrab pada sepanjang waktu. Sesungguhnya ayat Al-Quran adalah penenang jiwa yang paling mujarab. Selain itu kita juga harus senantiasa berzikir dan berselawat agar hati sentiasa tenang dan tidak gusar. Kita perlu yakin bahawa walau bagaimana hebat tekanan yang kita alami, pertolongan Allah SWT tetap ada. Kerana settrlah ada kesempitan pasti ada kelegaan dan selepas kepayahan pasti ada kesenangan.

4. Cintai diri sendiri

“Cintailah diri kamu sendiri sebelum kamu mencintai diri orang lain.” Jelas daripada maksud sepotong hadis ini, kita dapat memahami bahawa kita perlu mencintai diri sendiri terlebih dahulu berbanding orang lain.

5. Perbanyak menjalankan Sholat-sholat Sunnah

Sebagai makhluk paling mulia di sisi Allah, kita dituntut membanyakkan amal ibadak kita sehari-hari. Diantaranya, dengan mendirikan solat sunat. Seperti Solat sunat dhuha, solat sunat hajat, solat sunat taubat, solat sunat tasbih, solat sunat tahajud dan sebagainya. Biasakan bangun pada sepertiga malam dan mendirikan solat-solat sunat tersebut agar kita peroleh ketenangan dan kekuatan daripada Allah.

6. Selalu berdoa kepada Allah SWT

Allah telah berpesan yaitu jangan menyembah selain daripada-Nya. Ini berarti bahwa kita dituntut berdoa hanya kepada Allah yang Maha Esa dan dilakukan secara rutin.

7. Bersangka baik dengan Allah SWT

Kita sebagai manusia tidak akan terlepas dari ujian dalam hidup. Semuanya itu adalah ujian daripada Allah bertujuan menguji keimanan kita sebagai hamba-Nya. Oleh itu, kita wajib bersangka baik dengan Allah dan janganlah menyalahkan takdir-Nya jika terjadi sesuatu terhadap diri kita. Kita juga harus percaya bahawa akan ada hikmah di sebalik musibah yag menimpa kita.

8. Mengurus masa dengan baik

Jangan rakus untuk menghabiskan semua kerja dalam satu waktu. Kerjakan semaksimal mungkin pekerjaan kita.

9. Berhubung dengan keluarga, saudara, dan tetangga

Sejatinya, manusia adalah mahluk social, yang selalu membutuhkan orang lain. Tidak akan mungkin manusia itu dapat hidup sendiri tanpa adanya orang lain, termasuk keluarga, tetangga dan orang-orang sekitar. Sudah barang pasti mereka akan saling membutuhkan satu sama lain.

10. Lakukan aktivitas di luar rumah

Banyak yang bilang bahawa di dalam badan yang cerdas akan membentuk otak yang cergas. Segala tekanan sewaktu belajar atau bekerja akan dilupakan apabila kita melakukan aktiviti-aktiviti fizikal yang dapat menyihatkan tubuh badan seperti berolahraga. Jangan duduk diam dan berkurung dalam rumah sambil mendengarkan atau lagu-lagu sedih yang menyayatkan jiwa hati, ini hanya menambahkan sebak di dada.

11. Aktiviti bersama alam

Sentiasa memelihara hubungan dengan alam. Anugerah alam ciptaan Allah SWT berupaya menenangkan, menyemai iman dan penawar bagi manusia. Biasakan berkebun, menanam dan menjaga pohon bunga bukan sahaja menyehatkan malah akan membantu memupuk diri memelihara alam.

12. Menangis dengan sepuas hati

Jika dengan menangis hati kita akan tenang, keluarkan saja airmata mu itu. Jangan ditahan. Akan sedikit muncul ketenagan saat kita sudah bisa mengeluarkan air mata saat menahan perasaan yang ada dalam diri kita.

13. Hargai Potensi diri sendiri
 
Kembangkan kemampuan yang kita miliki, jangan di simpan saja atau dipendam kemampuan itu jika memang itu baik untuk diri kita dan masyarakat.

14. Fokus kepada warna yang menenangkan

Penelitian membuktikan bahawa warna memberi kesan kepada perasaan kita. Warna merah terang, oren dan kuning memberikan kita tenaga. Kombinasi warna merah dan kuning menyebabkan darah kita mengalir dan menaikkan suhu badan. Biru dan hijau memberi kesan menyejukkan dan menenangkan. Anda pasti bisa mengenalpasti warna dengan cara anda sendiri untuk mengubah perasaan yang anda inginkan.

15. Hirup aroma yang menyenangkan dan menenagkan

Minyak aromaterapi dengan aroma lavender terkenal dengan aroma menenangkan. Anda boleh cuba hangatkan minyak aromaterapi dengan aroma lavender atau bau apa saja yang kalian gemari.

16. Indari keributan

Bunyi boleh memberi kesan kepada perasaan kita. Kita dilahirkan dengan perasaan yang tidak selesa kepada keributan. Keributan juga bisa memberi tekanan dalam diri. Ia juga bisa menaikkan tekanan darah, mempercepatkan detak jantung dan memberi kesan psikologi yang lain. Walau bagaimanapun tidak semua bunyi memberi kesan buruk. Musik contohnya bisa memberi kesan yang baik kepada perasaan dan kesihatan diri kita. Terutama music yang bernuansa Islam.

Nah…..
Itu tadi sedikit tips untuk menenangkan hati yang sedang gelisah, gundah, resah, galau ataupun sejenisnya. Semoga bermanfaat ya.

Semoga hati kita bisa kembali tenang dan selalu bisa dekat dengan Sang Pencipta. Adukan semua persoalan yang kita hadapi hanya kepada Allah. Karna Ia lebih berhak mendengarkan keluh dan kesah semua hamba-hamba-Nya.

Sumber : http://diarikupribadi.blogspot.com/2013/06/cara-islami-menenangkan-hati-dan-tips.html

Cara Malaikat Maut Mencabut Nyawa Manusia



Salah satu malaikat utama yang lainnya selain jibril, mikail, dan israfil adalh malikat maut. Malaikat ini memang selalu dikaitkan dengan kematian, semua orang bakal berurusan dengan malaikat yang satu ini. Sehingga nampaknya kaum muslimin perlu mengenal lebih lanjut tentang figur malaikat ini, sebelum dia bertemu kepada kita, sehingga kita siap secara mental manakala malaikat maut mendatangi kita dan bersiap pula dengan bekal terbaik yang harus kita bawa. Dengan malaikat lain mungkin kita tidak akan bertemu, tetapi dengan malaikat maut semua manusia pasti akan bertemu, dengan pasrah maupun dengan keterpaksaan.

Tentang Namanya

Masyarakat Islam pada umumnya mengenal malaikat ini sebagai malaikat Izrail. Tetapi tidak ada rujukan bahwa malaikat ini bernama izrail, Allah SWT pun selalu menyebutnya dengan Malaikat Maut. Jika pun ada hadits yang menyebut Izrail, kami lebih mantap menyebut ‘Malaikat Maut’.

Tentang caranya menjalankan tugas

Berkenaan dengan cara Malaikat Maut menjalankan tugasnya, ada beberapa penjelasan dari Al-Qur’an dan sunnah tentang bagaimana cara malaikat ini mengambil nyawa manusia. Orang kafi dan munafik akan berbeda caranya dengan orang yang beriman.

Malaikat Maut akan mencabut nyawa orang-orang kafir dan munafik dengan cara memukul muka dan punggung mereka. Bagaimanakah rasa sakitnya? Hanya Allah SWT yang tahu. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya hamba yang kafir dalam riwayat lain hamba yang fajir (banyak berbuat dosa)-ketika hendak berpisah dengan dunia untuk menghadap akhirat turun kepadanya malaikat dari langit, mereka kasar dan berwajah hitam membawa gombalan kasar dari neraka, mereka duduk sejauh pandangan mata dari si hamba. Kemudian datanglah malaikat maut duduk disamping kepalanya dan berkata: “Wahai jiwa yang jelek keluarlah menuju kemurkaan dan laknat Allah.” Beliau mengatakan: “Maka ruhnya bercerai berai dari dalam badannya, ditarik seperti ditariknya sebatang besi yang bercabang kiri dan kanannya dari kain yang membungkusnya. Maka terputuslah karenanya urat-urat dan sarafnya. Maka setiap malaikat antara langit dan bumi melaknatnya juga semua malaikat yang ada di langit, maka dikunci seluruh pintu langit dan setiap penjaga pintu langit berdoa kepada Allah agar ruh itu tidak melewati pintu yang dijaganya. Maka diambillah ruhnya dan tidak dibiarkan ditangannya walaupun sebentar segera dimasukkan ke dalam gombal(kain jelek) neraka. Dan keluarnya ruh dari badannya berbau busuk seperti bau bangkai yang ada di muka bumi. Maka ruhnya dibawa naik dan tidak melewati sekelompok malaikat kecuali mereka berkata; “Ruhnya siapa yang jelek ini?” Malaikat mengatakan; “Ruhnya si fulan bin fulan” dengan menyebutkan nama yang jelek yang dinamakan di dunia, sampai berhenti di langit dunia dan meminta dibukakan pintunya, maka tidak dibukakan pintunya. Dan beliau membaca: ‘mereka tidak dibukakan pintu langit dan mereka tidak akan masuk surga sampai unta masuk ke lubang jarum.’ Maka Allah berfirman: “Tulislah catatannya di sijjin yaitu di bumi yang paling bawah” kemudain dikatakan: “Kembalikanlah dia ke bumi. Karena aku telah menjanjikan pada mereka, sesungguhnya dari tanah mereka diciptakan, ke dalam tanah mereka dikembalikan dan dari dalam tanah mereka akan dibangkitkan sekali lagi.” Maka dilemparlah ruhnya dari langit dengan keras sampai kembali ke jasadnya, kemudian beliau membaca ayat “Barangsiapa yang syirik kepada Allah maka mereka seperti terlempar dari langit dan disambar burung atau dibawa angin ke tempat yang jauh.” Kemudian dikembalikan ruhnya ke jasadnya. Beliau bersabda: ‘Sesungguhnya mereka bisa mendengar hentakan kaki saudaranya yang mengantarnya ketika mereka berpaling hendak pulang.” (HR. An-Nasai)

Sementara itu, malaikat maut akan mencabut nyawa orang-orang yang beriman dengan cara yang baik dan santun. Mereka akan disambut, disambut dengan ucapan salam dan doa seerta dipersilahkan memasuki surga Allah. Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda;

“Sesunguhnya setiap hamba yang mukmin apabila akan berpisah dengan dunia untuk menghadap Akhirat maka turun Malaikat dari langit, wajahnya putih seperti matahari, mereka membawa kafan surga dan pewangi surga, mereka duduk sejauh pandangan mata, kemudian datang malaikat maut duduk di dekat kepala hamba orang mukmin dan berkata: ‘Wahai jiwa yang tenang keluarlah menuju ampunan dan keridhaan Allah.’ Beliau berkata: maka keluarlah ruhnya seperti keluarnya air dari mulut kendi, maka diambilnya ruh itu. Dan tidak dibiarka walaupun sebentar di tangannya, tetapi langsung diambil malaikat pembawa kafan untuk dibungkus kafan dan pengawet dari surga tadi. Keluarnya ruh itu seperti hembusan misik terharum yang ada di muka bumi. Kemudian, mereka membawa naik ruh itu dan tidak melewati sekelompok malaikat kecuali mereka bertanya: ‘Ruhnya siapa yang sangat baik ini?’ mereka menjawab ‘Ruhnya si fulan bin fulan’ dengan meyebutkan namanya yang baik yang dinamakan dengnanya di dunia. Kemudian berhenti dilangit dunia dan mereka meminta dibukakan pintunya maka mereka dibukakan pintunya dan para malaikatikut mengantarkan ruh itu  sampai langit diatasnya sampai berhenti ruh itu di langit ke tujuh. Maka Allah berfirman: ‘Tulislah catatan hambaKu di Illiyin.’ Kemudian dikatakan: ‘Kembalikanlah di ake bumi, karena sesungguhnya dari bumi (tanah) pertama Aku ciptakan mereka dan kedalam tanah mereka dikembalikan dan dari tanah sekali lagi mereka akan dikeluarkan. Beliau bersabda; ‘Maka dikembalikanlah ruh itu pada jasadnya’” (HR. An-Nasa’i)

Kita sering lalai dan salah dalam mengambil prioritas. Untuk sebuah ketidak-pastian hidup, kita para manusia membuat perencanaan yang demikian rumit dan hati-hati. Tetapi pada saat yang sama, dimana kita dihadapkan kepada kenyataan yang musti terjadi, justru manusia tidak pernah bersiap-siap. Apalagi membuat perencanaan yang matang untuk itu. Dan kenyataan yang pasti terjadi itu adalah pertemuan kita dengan malaikat maut dalam moment yang disebut dengan: KEMATIAN. Apakah yang telah kita rencanakan?

Sumber : Kitab Jejak Malaikat di Bumi, M Hilal Tri Anwari