Salah satu malaikat utama yang lainnya selain
jibril, mikail, dan israfil adalh malikat maut. Malaikat ini memang selalu
dikaitkan dengan kematian, semua orang bakal berurusan dengan malaikat yang
satu ini. Sehingga nampaknya kaum muslimin perlu mengenal lebih lanjut tentang
figur malaikat ini, sebelum dia bertemu kepada kita, sehingga kita siap secara
mental manakala malaikat maut mendatangi kita dan bersiap pula dengan bekal terbaik
yang harus kita bawa. Dengan malaikat lain mungkin kita tidak akan bertemu,
tetapi dengan malaikat maut semua manusia pasti akan bertemu, dengan pasrah
maupun dengan keterpaksaan.
Tentang Namanya
Masyarakat Islam pada umumnya mengenal malaikat
ini sebagai malaikat Izrail. Tetapi tidak ada rujukan bahwa malaikat ini
bernama izrail, Allah SWT pun selalu menyebutnya dengan Malaikat Maut. Jika pun
ada hadits yang menyebut Izrail, kami lebih mantap menyebut ‘Malaikat Maut’.
Tentang caranya menjalankan tugas
Berkenaan dengan cara Malaikat Maut menjalankan
tugasnya, ada beberapa penjelasan dari Al-Qur’an dan sunnah tentang bagaimana
cara malaikat ini mengambil nyawa manusia. Orang kafi dan munafik akan berbeda
caranya dengan orang yang beriman.
Malaikat Maut akan mencabut nyawa orang-orang
kafir dan munafik dengan cara memukul muka dan punggung mereka. Bagaimanakah
rasa sakitnya? Hanya Allah SWT yang tahu. Dalam sebuah hadits Rasulullah
bersabda, “Sesungguhnya hamba yang kafir dalam riwayat lain hamba yang
fajir (banyak berbuat dosa)-ketika hendak berpisah dengan dunia untuk menghadap
akhirat turun kepadanya malaikat dari langit, mereka kasar dan berwajah hitam
membawa gombalan kasar dari neraka, mereka duduk sejauh pandangan mata dari si
hamba. Kemudian datanglah malaikat maut duduk disamping kepalanya dan berkata:
“Wahai jiwa yang jelek keluarlah menuju kemurkaan dan laknat Allah.” Beliau
mengatakan: “Maka ruhnya bercerai berai dari dalam badannya, ditarik seperti ditariknya
sebatang besi yang bercabang kiri dan kanannya dari kain yang membungkusnya.
Maka terputuslah karenanya urat-urat dan sarafnya. Maka setiap malaikat antara
langit dan bumi melaknatnya juga semua malaikat yang ada di langit, maka
dikunci seluruh pintu langit dan setiap penjaga pintu langit berdoa kepada
Allah agar ruh itu tidak melewati pintu yang dijaganya. Maka diambillah ruhnya
dan tidak dibiarkan ditangannya walaupun sebentar segera dimasukkan ke dalam
gombal(kain jelek) neraka. Dan keluarnya ruh dari badannya berbau busuk seperti
bau bangkai yang ada di muka bumi. Maka ruhnya dibawa naik dan tidak melewati
sekelompok malaikat kecuali mereka berkata; “Ruhnya siapa yang jelek ini?”
Malaikat mengatakan; “Ruhnya si fulan bin fulan” dengan menyebutkan nama yang
jelek yang dinamakan di dunia, sampai berhenti di langit dunia dan meminta
dibukakan pintunya, maka tidak dibukakan pintunya. Dan beliau membaca: ‘mereka
tidak dibukakan pintu langit dan mereka tidak akan masuk surga sampai unta
masuk ke lubang jarum.’ Maka Allah berfirman: “Tulislah catatannya di sijjin
yaitu di bumi yang paling bawah” kemudain dikatakan: “Kembalikanlah dia ke
bumi. Karena aku telah menjanjikan pada mereka, sesungguhnya dari tanah mereka
diciptakan, ke dalam tanah mereka dikembalikan dan dari dalam tanah mereka akan
dibangkitkan sekali lagi.” Maka dilemparlah ruhnya dari langit dengan keras
sampai kembali ke jasadnya, kemudian beliau membaca ayat “Barangsiapa yang
syirik kepada Allah maka mereka seperti terlempar dari langit dan disambar
burung atau dibawa angin ke tempat yang jauh.” Kemudian dikembalikan ruhnya ke
jasadnya. Beliau bersabda: ‘Sesungguhnya mereka bisa mendengar hentakan kaki
saudaranya yang mengantarnya ketika mereka berpaling hendak pulang.” (HR.
An-Nasai)
Sementara itu, malaikat maut akan mencabut nyawa
orang-orang yang beriman dengan cara yang baik dan santun. Mereka akan
disambut, disambut dengan ucapan salam dan doa seerta dipersilahkan memasuki
surga Allah. Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda;
“Sesunguhnya setiap hamba yang mukmin apabila
akan berpisah dengan dunia untuk menghadap Akhirat maka turun Malaikat dari
langit, wajahnya putih seperti matahari, mereka membawa kafan surga dan pewangi
surga, mereka duduk sejauh pandangan mata, kemudian datang malaikat maut duduk
di dekat kepala hamba orang mukmin dan berkata: ‘Wahai jiwa yang tenang
keluarlah menuju ampunan dan keridhaan Allah.’ Beliau berkata: maka keluarlah
ruhnya seperti keluarnya air dari mulut kendi, maka diambilnya ruh itu. Dan
tidak dibiarka walaupun sebentar di tangannya, tetapi langsung diambil malaikat
pembawa kafan untuk dibungkus kafan dan pengawet dari surga tadi. Keluarnya ruh
itu seperti hembusan misik terharum yang ada di muka bumi. Kemudian, mereka
membawa naik ruh itu dan tidak melewati sekelompok malaikat kecuali mereka
bertanya: ‘Ruhnya siapa yang sangat baik ini?’ mereka menjawab ‘Ruhnya si fulan
bin fulan’ dengan meyebutkan namanya yang baik yang dinamakan dengnanya di
dunia. Kemudian berhenti dilangit dunia dan mereka meminta dibukakan pintunya
maka mereka dibukakan pintunya dan para malaikatikut mengantarkan ruh itu
sampai langit diatasnya sampai berhenti ruh itu di langit ke tujuh. Maka Allah
berfirman: ‘Tulislah catatan hambaKu di Illiyin.’ Kemudian dikatakan: ‘Kembalikanlah
di ake bumi, karena sesungguhnya dari bumi (tanah) pertama Aku ciptakan mereka
dan kedalam tanah mereka dikembalikan dan dari tanah sekali lagi mereka akan
dikeluarkan. Beliau bersabda; ‘Maka dikembalikanlah ruh itu pada jasadnya’”
(HR. An-Nasa’i)
Kita sering lalai dan salah dalam mengambil
prioritas. Untuk sebuah ketidak-pastian hidup, kita para manusia membuat
perencanaan yang demikian rumit dan hati-hati. Tetapi pada saat yang sama,
dimana kita dihadapkan kepada kenyataan yang musti terjadi, justru manusia
tidak pernah bersiap-siap. Apalagi membuat perencanaan yang matang untuk itu.
Dan kenyataan yang pasti terjadi itu adalah pertemuan kita dengan malaikat maut
dalam moment yang disebut dengan: KEMATIAN. Apakah yang telah kita rencanakan?
Sumber : Kitab Jejak Malaikat di Bumi, M Hilal Tri Anwari

Tidak ada komentar:
Posting Komentar